Manchester United dilaporkan telah menjadikan gelandang West Ham United, Mateus Fernandes, sebagai salah satu target transfer utama mereka pada musim panas ini. Namun, klub berjuluk The Hammers tersebut menuntut biaya transfer fantastis sebesar 80 juta poundsterling demi mengumpulkan dana segar. Langkah ini diambil karena West Ham United perlu meraup pendapatan sekitar 150 juta poundsterling setelah dipastikan tergraduasi ke kompetisi Championship.
Related
Berdasarkan pengamatan tim redaksi di lapangan, Mateus Fernandes kini menjadi salah satu talenta muda yang paling diminati di benua Eropa. Selain Manchester United, beberapa klub raksasa seperti Paris Saint-Germain, Real Madrid, Arsenal, dan Tottenham Hotspur dikabarkan sedang memantau ketat situasi sang pemain. Ketatnya persaingan ini memicu indikasi bahwa klub peminat harus membayar di atas harga pasar demi mengamankan tanda tangannya.
Menurut pantauan redaksi, situasi sempat memanas setelah Tottenham Hotspur dikabarkan hampir mencapai kesepakatan personal dengan gelandang berusia 21 tahun tersebut. Kabar ini sempat memicu kekhawatiran di kalangan pendukung Setan Merah yang mendesak manajemen agar segera mempercepat proses negosiasi. Kendati demikian, pemilik saham INEOS memilih untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru memenuhi tuntutan harga yang dinilai kurang realistis bagi pemain yang masih berkembang.
Dari pantauan redaksi, manajemen baru Manchester United menyadari betul bahwa klub asal London tersebut sedang berada di bawah tekanan besar untuk meraup dana sebelum tenggat waktu akuntansi pada akhir Juni. Jika tidak ada klub pesaing yang mengajukan tawaran resmi, Manchester United diprediksi akan memiliki posisi tawar yang jauh lebih kuat untuk menawar sang gelandang bertahan dengan harga yang lebih rasional mendekati angka 60 juta poundsterling.
Langkah tenang yang diambil oleh INEOS ini menunjukkan perubahan strategi transfer yang jauh lebih disiplin dan berkelanjutan dibandingkan dengan kebijakan manajemen klub pada tahun-tahun sebelumnya. Menurut analisis dari pengamat sepak bola, Manchester United di masa lalu cenderung langsung menyanggupi harga selangit dan memberikan kontrak mewah, sebuah kesalahan yang kini berusaha dihindari demi kesehatan finansial jangka panjang klub.